Pada Juni 2026, media massa nasional memberitakan dugaan kasus kekerasan berbasis gender yang menarik perhatian publik. Kasus tersebut memicu berbagai diskusi di ruang publik, baik melalui media massa maupun media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa isu kekerasan berbasis gender terhadap perempuan masih menjadi perhatian masyarakat sekaligus menimbulkan beragam persepsi, asumsi, dan pertanyaan mengenai mengapa korban tetap bertahan dalam relasi yang penuh kekerasan, bagaimana pola kekerasan berkembang dari waktu ke waktu, serta bagaimana proses penanganan yang tepat bagi korban.
Sebagai organisasi profesi yang mewadahi individu dengan minat dan kompetensi di bidang psikologi forensik, Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia memandang penting untuk mengambil peran dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai kekerasan berbasis gender melalui perspektif psikologi forensik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan seminar daring: "Psikologi Forensik dalam Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender: Relasi Berkekerasan." Kegiatan ini dihadir oleh lebih dari 275 peserta dan disiarkan secara langsung melalui YouTube. Dalam tanggapannya, Bapak Nathanael E. J. Sumampouw, M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Ketua Umum APSIFOR Periode 2023 – 2027, menyampaikan bahwa dalam aplikasi psikologi forensik di bidang hukum, perlu sikap objektif, tidak memihak, imparsial, dan menyadari kerentanan terhadap bias. Namun, menurut Beliau, dalam penanganan kasus berbasis gender, perlu adanya keberpihakan terhadap keadilan gender, perlindungan korban, pemulihan korban, rehabilitasi pelaku. Selanjutnya, Bapak Nathanael juga menyampaikan harapannya bahwa APSIFOR dapat menjadi tempat belajar dan mengembangkan perpektif dalam ilmu psikologi forensik.
Selain Ketua Umum, telah berkenan hadir Bapak Zera Mendoza. M.Psi., Psikolog (Wakil Ketua I PP APSIFOR) selaku Moderator dan para Narasumber untuk berbagi ilmu, yaitu: Prof. (Emi). Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog dan Prof. Dr. Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog yang juga selaku Dewan Pakar APSIFOR, serta Cantyo Atindriyono Dannisworo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog (Dosen Fakultas Psikologi – Universitas Indonesia). Semoga dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai dinamika relasi berkekerasan, meningkatkan kesadaran terhadap kompleksitas penanganan kasus kekerasan berbasis gender, serta mendorong terbentuknya perspektif yang lebih ilmiah, empatik, dan berorientasi pada perlindungan serta pemulihan korban.
Psikologi Forensik dalam Penanganan Kekerasan Berbasis Gender: Relasi Berkekerasan
Share This News