• sekretariat@apsifor.or.id
  • 0813 1770 0514 / 0815 5387 0054
News Photo

Indonesia Kekurangan Tenaga Psikologi Forensik

Saat ini Indonesia disebut masih kekurangan tenaga ahli untuk bidang psikologi forensik. Sedangkan, di setiap persidangan yang menangani kasus-kasus kriminal, korupsi dan terorisme, dibutuhkan masukan tenaga ahli forensik.

Pendapat itu tentu sangat penting karena menjadi pertimbangan para hakim dalam menjatuhkan putusan akhir. Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor), Reni Kusumowardhani, mengatakan saat ini Apsifor saja baru miliki 300 anggota.

"Jumlah itu masih sangat terbatas dibandingkan kasus yang harus ditangani atas permintaah aparat hukum," kata Reni di lokakarya Asesmen Psikologi Forensik Dalam Praktik Studi Kasus di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (29/1). Ia menyebutkan, untuk kasus terorisme saja, pihaknya sudah menangani tidak kurang 200 kasus. Sekitar 200 terduga pelaku teroris yang direkomendasi harus mendapat analisis psikolog forensik. Sebab, tentu saja perlu ditelaah apakah mereka termasuk memiliki tingkat radikal yang tinggi atau tidak.

Hal itu menjadi sangat penting lantaran akan menjadi penentu perlu atau tidaknya deradikalisasi atau diisolasi ke lapas. Selain itu, pihaknya turut diminta bantuan untuk melakukan analisis psikologi forensi untuk terduga dan tersangka kasus korupsi. Sejak 2010 saja, sebanyak 50an kasus korupsi sudah ditangani. "Sejak kasus AU hingga SN, kita rutin membantu untuk memberikan analisis rekomendasi," ujar Reni.

Reni berpendapat, analisis dan rekomendasi dari tim ahli forensik memang jadi rujukan para hakim dalam menentukan putusan persidangan. Ia bersyukur, rekomendasi para ahli cukup didengar hakim selama ini. Selain itu, pihaknya juga mendapat banyak permintaan bantuan untuk menangani kasus pembunuhan, pencabulan hingga perkosaan. Walau mengapresiasi kepolisian dan kejaksaan,

Reni mengakui keterbatasan jumlah anggotanya. Hal itu pula yang membuat Apsifor masih tidak bisa memenuhi semua permintaan. Tidak jarang, banyak kasus dalam satu bulan yang harus ditangani dengan orang-orang yang sama.

Share This News

Comment

Do you want to get our quality service for your business?